Senin, 20 November 2017 13:21

Pengamat Satwa : Pemberi miras pada satwa harus dihukum berat

Suaramandiri .com  (Surabaya)  -Philip Biondi dan Alyssa Dwi Fitri Amanda pelaku yang mencekoki Hewan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor dengan minuman keras tampil di televisi sambil menangis minta maaf.
 
Kasus sepasang remaja yang mengunggah videonya di Instagram saat berkunjung ke Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor menjadi viral dan menuai kecaman.
 
Masalahnya video yang mereka unggah adalah adegan dimana pasangan ini tertawa puas melihat satwa yang mereka cekoki minuman keras yang di duga Anggur Merah.
 
Nitizen kontan naik pitam dan memaki serta menghujat mereka melalui media sosial (medsos).
 
Capture status, foto serta identitas merekapun banyak diposting dan dibagikan melalui media facebook.
 
Pecinta satwapun ikut anbil bagian membagikan dan memberi komentar serta kecaman pada mereka.
 
Pengamat satwa Singky Soewadji juga angkat bicara menanggapi permintaan maaf mereka saat di Polres Bogor.
 
"Sebagai sesama umat manusia, kita wajib saling memaafkan, tapi permintaan maaf tidak bisa menghapus kasus Pidana" Ujar Singky yang mantan atlet dan pelatih nasional olah raga berkuda.
 
Mantan ketua Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) wilayah Jatim ini juga mengirim serta membagikan cuplikan video serta identitas pelaku ke intansi dan pejabat terkait.
 
Menurut Singky, kasus mencekoki Satwa Liar yang dilindungi oleh undang-undang dengan minuman keras adalah Pidana.
 
Pelaku tidak bisa hanya dikenakan Pasal menyiksa binatang saja, yang ancaman hukumannya hanya tiga bulan.
 
*Pelaku juga bisa dikenakan undang-undang nomer 5 tahun 1990 tentang Konservasi dan Keragaman Hayati serta Ekosistem, yang ancaman hukumannya bisa lima tahun dan denda seratus juta rupiah," imbuhnya
 
Diretorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Direktur Konservasi dan Keragaman Hayati (KKH) sangat diharapkan segera menugaskan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat untuk berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Polres Bogor.
 
Singky yang juga pengusaha kembang api ini menambahkan," Kasus ini tidak bisa dianggap sepele dan cukup hanya dengan mrminta maaf saja oleh pelaku,"
 
Menurutnya, Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, dan dijerat dengan pasal berlapis sehingga menimbulksn efek jera dan pembelajaran bagi masyarakat.
 
Adik mantan ratu renang Asia Nanik Soewadji ini juga menghimbau agar
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dibidang konservasi, seperti WWF Indonesia, Greenpeace Indonesia, APECSI (Asosiasi Prcinta Satwa Liar Indonesia), JAAN (Jakarta Animal Aid Network) dll, diharapkan bisa ikut memonitor kasus ini.  (pandu/fud)
Read 77 times Last modified on Senin, 20 November 2017 13:24

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3868926
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
476
2052
35728
3868926

Your IP: 107.20.120.65
Server Time: 2017-12-18 06:16:11