Sabtu, 24 Februari 2018 10:40

Peringati Tahun Baru Imlek Ciputra Hall Berkolaborasi dengan Premiere School of Ballet Persembahkan "The White Haired Girl"

Suaramandiri .com (Surabaya)   - Dalam rangka turut memeriahkan Chinese New Year Celebration 2018 dan menghibur Warga Surabaya' Ciputra Hall Performing Arts Centre memprakarsai untuk membuat suatu Pertunjukan seni tari BerKolaborasi dengan Premiere School of Ballet yang sudah sering memproduksi berbagai judul tarian ballet pada Sabtu, 24 Februari 2018 pukul 19:00 bertempat gedung kesenian Clputra Hall 
 
Performing Arts Centre, ini kali bertajuk "THE WHITE HAIRED GIRL" didukung 80 penari, premiere School of Ballet ingin menceritakan tentang kisah nyata seorang gadis yang bernama Yang Xi Er yang sangat sayang Kepada ayahnya Yang Bai Lao dan mempunyai kekasih yang bernama Wang Dachun. Mereka hidup pada jaman akhir dinasti Qing sekitar 1920-1930 yang Sarat akan kepentingan Politik. 
 
Dengan durasi sekitar 70 menit, tarian yang dikoreografi apik oleh Sylvi Panggawean, ST, ARAD, RAD Teaching Certificate ini pasti berhasil memukau penonton. Sebagai pelengkap sajian pertunjukan tari ini, Ciputra Hall Performing Arts Centre juga menampilkan anak didik SEKOLAH ClPUTRA dan FIRST MOVE CREW untuk tampil dalam nomor hip hop. Dijamin seluruh performance acara menyambut Chinese New Year Celebration 2018 ini bakal menghibur dan memuaskan hati warga Surabaya.
 
"Kami berharap cerita yang kami tampilkan dapat menghibur masyarakat penggemar balet di Surabaya. Apalagi kami angkat dari kisah nyata. Para dancer kami dari kelas yunior hingga kelas terampil." Jelas Sylvi.
 
Bagi yang ingin menyaksikan acara ini dapat memperoleh tiketnya dengan menghubungi Sylvi (0818391110) atau Devina (081703081244).
 
Sinopsis cerita
Menceritakan tentang kisah nyata seorang gadis yang bernama Yang Xi Er yang sangat sayang Kepada ayahnya Yang Bai Lao dan mempunyai kekasih yang bernama Wang Dachun. Mereka hidup pada jaman akhir dinasti Qing sekitar 1920-1930 yang Sarat akan kepentingan Politik. Ada seorang kaya raya yang bernama Huang Shiren selalu berlaku kejam dan sadis kepada seluruh warga. Mereka dipaksa kerja rodi dengan bayaran yang kecil sehingga kebutuhan hidupnya tidak tercukupi dan akhirnya terlilit hutang.
 
Landlord Huang Shiren membuat papa dari Xi Er sampai jatuh pingsan saat ditagih hutang keluarganya dan membawa pergi Xi Er untuk dijadikan budak di kediamannya, Perlakuan yang kasar dan kejam juga menimpa Xi Er. Dia bekerja seharian tanpa boleh mengenal Ielah dan Xi Er sampai dikurung di penjara rumah Landlord karena dianggap tidak becus membuat masakan untuk ibu sang Landlord. Untunglah ada ketua budak yaitu Zhang Ershen yang baik hati dan iba kepada Xi Er. Dengan diam-diam, dia membebaskan Xi Er dari penjara dan menyuruh Xi Er segera pergi menyelamatkan diri. 
 
Sampailah Xi Er ke sebuah gua dekat pegunungan, Demi mempertahankan hidup, Xi Er makan dari sayur dan buah-buahan di sekitar gua dan kadang-kadang harus berjuang melawan binatang buas. Penderitaan hidupnyalah yang membuat rambut Xi Er memutih. 
 
Di suatu saat, Xi Er mengenali sang Landlord ditemani anak buahnya sedang mencari tempat berteduh dari hujan lebat dan petir yang menggelegar. Kemarahan dan dendam Xi Er langsung memuncak, dilemparnya mereka dengan batu sehingga mereka lari terbirit-birit ketakutan disangka ada hantu di dalam gua tersebut. 
 
Sementara itu Dachun kekasih Xi Er, dan kawan-kawannya telah kembali dari kamp pelatihan perang melawan invasi Jepang. Disambut oleh sanak keluarganya, mereka menyambut gembira kedatangan Dachun dan kawan-kawan. Zhang Ershen, ketua budak yang sudah dibebas kerjakan oleh Landlord turut menyambut. Dia memberitahu Dachun bahwa Xi Er telah melarikan diri dari kediaman Landord dan meminta Dachun untuk segera mencari dan menemukannya. Dachun berbagi tugas dengan kawan-kawannya. 
 
Dia sendiri pergi mencari Xi Er dan menugaskan kawan-kawannya untuk menangkap dan mengadili sang Landlord. Akhirnya Dachun berhasil menemukan kekasihnya Xi Er di gua dan membawa pulang ke desanya. Sesampainya di desa, Xi Er sangat geram kepada sang Landlord dan ganti mengurungnya di penjara, seluruh warga merasa senang karena sang Landlord telah dikurung dan tidak dapat lagi menindas warga. Mereka semua bersuka cita dan berterima kasih kepada Xi Er yang rela berkorban menderita dan berani menentang ketidakadilan dan berjuang memperebutkan hak warga kembali.   (amel/fud)
Read 231 times Last modified on Sabtu, 24 Februari 2018 10:43

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4383632
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
3392
3521
103027
4383632

Your IP: 23.20.7.34
Server Time: 2018-05-25 23:28:34