Rabu, 13 Desember 2017 23:27

Ferren Harpist Muda Surabata Gelar Konser Perdananya Sekaligus Ultah ke-17

Suaramandiri .com (Surabaya)   - Bagi seorang gadis menginjak usia remaja ke -17 merupakan hal yang istimewa dan momentum luar biasa. Mengawali usia dewasa. Terutama bagi Ferren Louisa Putri yang ingin mewujudkan impiannya di ulang tahunnya yang jatuh pada 6 Desember lalu.

Ferren menggelar konser perdananya pada, Minggu (10/12) lalu dengan tema "Heaven" yang berarti surga merupakan perwujudan rasa syukurnya atas anugerah yang diberikan Tuhan kepadanya.

Ferren belajar alat musik harpa sejak 2,5 tahun yang lalu. Namun kepiawaiannya sudah patut diacungi jempol. Dirinya belajar harpa dari seorang harpist muda asal Surabaya Jessica Sudarta yang kita sedang melanjutkan studi musiknya di Amerika.

Harpa merupakan alat.musik klasik dan tergolong alat musik kuno. Memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, mempelajari alat musik ini membutuhkan ekstra kesabaran dan konsentrasi tinggi tentu selain bakat dan minat, kemauan keras butuhkan agar piawai memainkan alat musik ini.

Bukan tanpa alasan Ferren sangat ingin belajar harpa. Berawal dari sebuah mimpinya di masa kecil, saat dirinya berusia 5 tahun. Bermimpi berada di surga dan melihat alat musik harpa. Namun saat itu dia tidak mengetahui apa nama alat musiknya. Saat menceritakan kepada orang tuanya, mamanya tidak mengetahui alat musik apa. Hingga sekitar 10 tahun kemudian Ferren dapat melihat replikanya di sebuah toko alat musik. Maka bersemangatlah Ferren untuk belajar harpa.

Informasi yang diperoleh guru musik harpa baru ada di Jakarta. Tentunya akan merepotkan jika harus ke Jakarta dan mengganggu jadwal sekolahnya. Pencarian guru terus dilakukan hingga bertemu dengan Jessica Sudarta.

"Saya ingin belajar Harpa. Namun, tidak mudah untuk mendapatkan alat musik Harpa terlebih guru Harpa di Surabaya. Namun saya bersyukur dapat bertemu dengan Jessica Sudarta, seorang harpist muda berbakat yang sudah mendapat berbagai penghargaan Internasional. Dan, kebetulan Jessica juga tinggal di Surabaya, meski sekarang sedang menempuh studi di Amerika Serikat,” Jelas Ferren, yang saat ini duduk di bangku SMA kelas 2 di sebuah sekolah swasta ternama di Surabaya.

Menurut penuturan ibunya, San San, putri pertamanya tersebut selain anak yang pandai di bidang seni namun cukup berprestasi di bidang akademiknya selalu masuk di 5 besar. Sebagai sulung dari ketiga putrinya, dia anak yang penurut, sabar, suka menolong, perduli dengan siapa saja dan bertanggung jawab. Sehingga patut menjadi teladan bagi adik-adiknya.

Meski memiliki orang tua yang berkecukupan dan memiliki kepadatan jadwal berlatih alat musik Harpa, tidak lantas membuat Ferren menjadi anak manja dan malas. Itu dibuktikan dengan mengerjakan semua kegiatannya dengan baik.

Dalam acara konser ini Ferren juga mempersiapkannya sendiri untuk memilih tema dan tim yang membantunya. Tak lupa melibatkan adik dan teman-temannya. Selain itu seorang bibinya diminta untuk mengiringinya dengan alat musik klasik "Sofar" sebuah alat musik dari tanduk yang di datangkan khusus dari Yerusalem. Alat musik ini dikenal juga dengan nama terompet sangkalkala.  (amel/fud)

 

 
Read 259 times Last modified on Kamis, 14 Desember 2017 08:23

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4376059
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
2595
3483
95454
4376059

Your IP: 54.158.219.248
Server Time: 2018-05-23 19:53:20