Minggu, 11 September 2016 16:42

Seniwati Lenny Ratnasari Weichert Akan Menggelar Pameran Tunggalnya Yang Bertajuk “Pilgrimage” di Galeri Nasional,

Rate this item
(0 votes)
Salah satu karya Lenny R. Weichert yang bertajuk “Dinners Club” dan akan ditampilkan pada pameran tunggalnya "Pilgrimage" 20 September 2016 mendatang di Galeri Nasional, Jakarta. (Sumber: dokumen pribadi Lenny R. Weichert) Salah satu karya Lenny R. Weichert yang bertajuk “Dinners Club” dan akan ditampilkan pada pameran tunggalnya "Pilgrimage" 20 September 2016 mendatang di Galeri Nasional, Jakarta. (Sumber: dokumen pribadi Lenny R. Weichert)

Suaramandiri .com (jakarta)   Seniwati Lenny Ratnasari Weichert akan menggelar pameran tunggalnya yang bertajuk “Pilgrimage” di Galeri Nasional, Jakarta, 20 September mendatang. Dalam pameran tersebut Lenny akan menyajikan karya-karya yang secara tematik berbicara tentang perempuan.

 Ada 3 ruang yang bisa diziarahi oleh pengunjung dalam pameran  “Pilgrimage” ini.

 “Ada satu ruang ada karya personal, ada karya empati dan ada karya Homage to Anonymous,” ungkap Lenny saat ditemu di kediamannya beberapa waktu silam.

 Dalam karya personal yang bertajuk To Be or Not To Be Lenny akan memaparkan kegelisahannya dalam melakoni peran sebagai seorang seniwati dan juga seorang ibu. Karya ini juga banyak bertutur tentang konflik pribadinya di masa lampau yang secara tidak langsung kemudian membentuk dirinya saat ini.

 “Pilgrimage sesungguhnya dari pengalaman aku sebenarnya adalah melihat ke dalam sendiri. atau ziarah ke kita sendiri,” tambah Lenny.

 Sementara dalam karya empati yang berjudul “Dinners Club Lenny secara imajiner mengundang tokoh-tokoh wanita dunia seperti, Bunda Maria, Siti Khadijah, Mother Theresia, Malahayati, Dewi Sri, Khaliq pudjie, Madam Blavatski, Dewi Kwanin, dan Atung Sang Su Kyui untuk menyaksikan peristiwa tragis yang menimpa perempuan Indonesia di masa lampau. Setidaknya ada 4 periode tragedi perempuan Indonesia yang menjadi fokus Lenny di karya ini.

 Terakhir adalah karya “Homage to Anonymous” yang cukup kontroversial. Dimana pada karya ini Lenny akan menampilkan sebuah lagu berjudul “12 November 1926” yang sangat erat kaitannya dengan Partai Komunis Indonesia dan belum pernah dipublikasikan sama sekali sebelumnya. “Ada lagu revolusi 26. Tapi di sini aku tidak bicara politik namun lebih ke tragedi pada masa itu,” tegas Lenny.

 Lenny sendiri berharap pamerannya kali ini bisa membuka pewacanaan baru tentang posisi perempuan di Indonesia dan juga sejarah kelam perempuan Indonesia yang selama ini belum terungkap sepenuhnya ke publik.

 “Sebagai seniman di sini aku hanya berupaya menghadirkan empati yang aku dapat saat aku melakukan riset ke dalam karya-karyaku. Intinya, bagaimana empati kalian dibangun kepada sejarah lewat pameran ini,” tutupnya. (rangga/fud)

 

 

Read 1542 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3508362
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
3599
10880
192609
3508362

Your IP: 54.158.248.167
Server Time: 2017-09-22 09:34:45