Rabu, 25 April 2018 19:47

15 Anggota Dewan Periode 2004-2009 Segera Diperiksa

 Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung bersama rekan wartawan Surabaya saat pelaksanaan acara ‘Nyuwun Pamit’ di kantor Kejati Jatim. Dimasa akhir tugasnya, Maruli masih mengejar para terduga pelaku korupsi. Henoch Kurniawan Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung bersama rekan wartawan Surabaya saat pelaksanaan acara ‘Nyuwun Pamit’ di kantor Kejati Jatim. Dimasa akhir tugasnya, Maruli masih mengejar para terduga pelaku korupsi. Henoch Kurniawan

Suaramandiri .com (surabaya)   - Lagi, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim bertindak tegas dengan menaikkan status penyelidikan dugaan korupsi dana hibah Program Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) dari Pemprov ke level penyidikan. Naiknya level pengusutan ini lantaran dr Bagoes Soetjipto (saksi kunci P2SEM) dalam keterangannya mengaku ada sebanyak 15 anggota DPRD Jatim tahun 2004-2009 yang diduga menerima bagian dana hibah itu.

“Hari ini (kemarin) saya tandatangani Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum kasus P2SEM,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, Maruli Hutagalung, Rabu (25/4/2018) di Kejati Jatim.

Setelah mendapati alat bukti dalam menaikkan status kasus ini ke penyidikan, Maruli mengaku akan mencari pihak yang bertanggungjawab dalam kasus ini. Terlebih dalam kasus ini penyelidik sudah memintai keterangan sebanyak 30 orang. Dari 30 orang ini, lanjut Maruli, 15 orang diantaranya merupakan anggota DPRD Jatim periode 2004-2009. 

“Dari keterangan dr Bagoes ada 15 orang anggota DPRD Jatim periode 2004 sampai 2009 yang katanya menerima bagian (dana hibah, red). Nantinya semua anggota Dewan ini akan kita periksa sebagai saksi. Bahkan dua diantaranya masih aktif,” tegas Maruli.

Selama penyelidikan, sambung Maruli, baru delapan anggota Dewan yang sudah kami mintai keterangan. Tapi dalam penyidikan nanti ke lima belas anggota Dewan akan kita periksa sebagai saksi kasus P2SEM. Ditanya dugaan keterlibatan pejabat atau mantan pejabat Pemprov Jatim, Maruli enggan merincikan dan akan memperdalam hal itu dalam penyidikan kasus ini.

“Yang penting calon tersangkanya sudah ada. Silahkan tanya kepada Aspidsus (Asisten Pidana Khusus) karena dia nantinya yang meneruskan tugas saya. Sekaligus kasus P2SEM ini sebagai PR (pekerjaan rumah) bagi pengganti saya, dan harus bisa menuntaskan,” ucapnya.

Apakah dari 15 anggota Dewan ini ada calon kuat tersangka kasus ini, Maruli enggan berspekulasi dengan alasan masih perlu pendalaman. Pihaknya mencontohkan keterangan dr Bagoes dalam kasus P2SEM ini seperti kasusnya Nazaruddin. Untuk itu pihaknya memerintahkan bidang Pidana Khusus (Pidsus) untuk menggalih lagi penyidikan kasus ini.

“Makanya kita akan galih lagi ke penyidikan kasus ini. Kalau nantinya ada saksi yang tidak memenuhi panggilan kami, kita bisa jemput paksa,” imbuhnya.

Kasus P2SEM bikin heboh Jatim tahun 2009 lalu. Dana hibah ratusan miliar diduga diselewengkan berjemaah. Bantuan hibah itu disalurkan ke ratusan kelompok masyarakat oleh Pemprov Jatim. Untuk memperoleh hibah itu, kelompok masyarakat harus mengantongi rekomendasi anggota dewan.

Puluhan penerima hibah dari berbagai daerah sudah dipidana karena terbukti bersalah. Beberapa anggota dewan juga sudah menjalani hukuman. Terpidana paling kakap ialah Ketua DPRD Jatim kala itu, almarhum Fathorrasjid. Saat keluar dari penjara beberapa tahun lalu, Fathorrasjid menyerahkan dokumen ke instansi hukum soal keterlibatan pihak lain dan belum tersentuh hukum.    (wan/fud)

Read 416 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4383660
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
3420
3521
103055
4383660

Your IP: 23.20.7.34
Server Time: 2018-05-25 23:34:55