Sabtu, 31 Maret 2018 05:21

Sidang Perdana Digelar, Belum Terungkap Motif Terdakwa Penculikan

Tampak terdakwa Ahmad Wahyudi sesaat usai jalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Henoch Kurniawan   Tampak terdakwa Ahmad Wahyudi sesaat usai jalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Henoch Kurniawan

Suaramandiri .com (surabaya)    – Hingga sidang perdana digelar dengan agenda pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilhelmina Manuhutu mengaku masih belum mengetahui motif penculikan yang dilakukan terdakwa Ahmad Wahyudi terhadap anak Shakila Rahmawati (5) warga Jl Manyar Gresik.

“Soal motif terdakwa, biar kita ungkap nanti dirangkaian persidangan. Namun yang pasti saat ini, kita belum tahu apa motif terdakwa melakukan penculikan. Murni hanya untuk meminta tebusan atau yang lainnya,” ujar jaksa yang kerap dipanggil Welly ini, Jumat (30/3/2018).

Tak banyak komentar dari mulut pria yang kost di jalan Karangan V Surabaya ini sesaat usai jalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ia hanya tertunduk lesu sepanjang jaksa membacakan surat dakwaan, Kamis (29/3/2018).

Pada dakwaan jaksa diceritakan, , terdakwa telah melakukan penculikan terhadap Shakila saat berada di Jl Dr Soetomo Surabaya, depan BRI life.

"Terdakwa sebelumnya telah berkenalan dengan orang tua korban saat perjalanan dari Terminal Oso Wilangun menuju Bungurasih, ia menawarkan jasa untuk mengantar ke BRI Life," terang jaksa.

Saat di kantor BRI Life, orang tua korban sibuk mengurus admisnistrasi bank, Shakila dibiarkan bermain dengan terdakwa. Kejadian penculikan diketahui ketika orang tua korban menyelesaikan urusan bank. Shakila tidak ada, begitupun dengan terdakwa.

Akhirnya orang tua korban melaporkan hal ini ke Polsek Tegalsari. Tak menunggu waktu lama, polisi berhasil meringkus terdakwa saat berada di sebuah warung kopi dekat kostnya. saat ditemukan kondisi kesehtaan Shakila sehat dan masih dalam penguasaan terdakwa.

Atas perbuatannya,terdakwa dijerat Undang-undang no 81 ayat (2) tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak. Dan pasal 328 KUHP, dan diancam hukuman minilam 15 tahun penjara.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh jaksa. (wan/fud)

Read 493 times Last modified on Sabtu, 31 Maret 2018 05:27

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4577059
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
1236
2334
54160
4577059

Your IP: 54.81.76.247
Server Time: 2018-07-16 11:34:29