Jumat, 20 Oktober 2017 06:32

Usai Jadi Saksi, Mantan Ketua IDI Surabaya Terancam Dipolisikan

 Mantan Ketua IDI Surabaya, Dokter Pujo Hartono saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang gugatan yang digelar di PN Surabaya. Henoch Kurniawan Mantan Ketua IDI Surabaya, Dokter Pujo Hartono saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang gugatan yang digelar di PN Surabaya. Henoch Kurniawan

Suaramandiri .com (surabaya)   – Dinilai telah melakukan dugaan pidana memberikan keterangan palsu dibawah sumpah, mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya Dokter Pujo Hartono terancam bakal dilaporkan polisi oleh tim kuasa hukum Tomy Han dan Evelyn Soputra, pasutri korban praktek bayi tabung di klinik Ferina milik Dokter Aucky Hinting.

 Hal itu disampaikan Eduard Rudy Suharto, ketua tim kuasa hukum Tomy Han dan Evelyn sesaat usai digelarnya sidang gugatan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/10/2017).

 Pada sidang, dokter Pujo yang dihadirkan sebagai saksi ini, mengungkapkan bahwa dokter Aucky Hinting dinyatakan tidak bersalah atas kasus dugaan malpraktik bayi tabung yang menimpa pasutri Tomy Han dan Evelyn Soputra (penggugat). Namun keputusan itu diambil IDI Surabaya tanpa melalui proses sidang kode etik.

 Menurut Pujo, keputusan untuk tidak menggelar sidang kode etik itu hanya berdasarkan kesimpulan pihaknya semata. Menurut Pujo, dr Aucky sudah dipanggil pihaknya dan memberikan klarifikasi.

 Tentunya, hal itu sempat membuat tim kuasa hukum penggugat terus mengejar dengan pertanyaan yang bertubi, terlebih pasutri ini sebagai pengadu, sebelumnya tidak pernah dipanggil untuk dimintai klarifikasi oleh IDI Surabaya.

 Bahkan saat ditanya tim kuasa hukum tergugat, apakah upaya dokter Aucky yang berusaha memberikan uang untuk tutup mulut apakah itu bukan sebuah pelanggaran kode etik?. Sayangnya, saksi dr Pujo enggan menjawab pertanyaan menohok tersebut.

 Tak hanya tim kuasa hukum tergugat yang dibuat geram, majelis hakim pun dibuat heran oleh keterangan saksi tersebut. Menurut ketua majelis hakim Dewi Isnaeni, sebagai organisasi seharusnya IDI tertib administrasi saat menangani permasalahan-permasalah terkait pengaduan pasien. “Semestinya organisasi sebesar ini harus tertib administrasi yang disertai notulen-notulen,” kata hakim Dewi.

 Usai sidang, Eduard Rudy menyebut bahwa IDI Surabaya telah melakukan pembohongan saat menangani pengaduan Tomy Han dan Evelyn Soputra. “Ada keterangan yang tidak sinkron antara persidangan hari ini dengan persidangan di perkara perdata nomor 325. Saat itu tim kuasa hukum dokter Aucky menyebut sudah ada sidang kode etik, tapi nyatanya sekarang terungkap kalau tidak pernah ada sidang kode etik. Dan menurut saya IDI telah berbohong,” katanya.

 Tak hanya itu, Ketua DPC KAI Surabaya ini menyebut IDI Surabaya tidak profesional saat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas kinerja dokter di Surabaya. “IDI jangan malah melindungi anggotanya yang nakal,” tegas Rudy.

 Dalam pengaduan kliennya, Rudy melihat bahwa IDI Surabaya tidak fair dan terkesan menutup-nutupi kenakalan dokter Aucky. “Klien kami tidak pernah diinformasikan perkembangan pengaduannya, karena itulah IDI kami gugat karena tidak pernah melakukan sidang kode etik pada Aucky Hinting,” bebernya.

 Rudy pun berencana akan menempuh jalur hukum terkait perbedaan keterangan antara dokter Pujo dengan keterangan tim kuasa hukum dokter Aucky soal ada tidaknya sidang kode etik. “Akan kami pidanakan, untuk membuktikan siapa yang berbohong,” pungkas Rudy kepada wartawan.

 Seperti diberitakan sebelumnya, Evelyn dan suaminya yaitu Tomy Han yang ingin memiliki bayi laki-laki akhirnya sepakat untuk mengikuti program bayi tabung atas saran dokter Aucky dan telah membayar Rp 47 juta. Namun keinginan itu justru meleset karena Evelyn ternyata mengadung bayi berjenis kelamin perempuan.

 Ironisnya setelah dilahirkan, kondisi kesehatan bayi perempuan Evelyn dan Tomy Han terus memburuk. Hasil bayi tabung itu dinyatakan mengalami gangguan usus yang parah dan kerap keluar masuk rumah sakit. (wan/fud)

Read 221 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3822372
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
482
1532
46839
3822372

Your IP: 54.196.47.128
Server Time: 2017-11-25 07:00:51