Kamis, 10 Agustus 2017 09:23

Komisaris PT Akara Multi Karya, David Hutapea Menyusul Diadili

Rate this item
(0 votes)
Pemeriksaan Saksi pada Persidangan David Hutapea. Pemeriksaan Saksi pada Persidangan David Hutapea.

Suara Mandiri.com (Surabaya)Penggagas berdirinya PT Akara Multi Karya (AMK) David Hutapea yang sekaligus sebagai Komisaris Utama (Komut), akhirnya dimeja-hijaukan juga di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dakwaan untuk pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini sama dengan para Terdakwa lainnya –Djarwo Surjanto (mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia/ Pelindo III) dan isterinya Maike Yolanda Fiansisca alias Noni, Rahmat Satria (mantan Dirut PT Terminal Petikemas Surabaya/ TPS), Firdiat Firman (mantan Manajer PT Pelindo Energy Logistik) dan Augusto Hutapea (Direktur Utama PT AMK)— yakni melanggar Pasal 368 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemerasan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 ayat 1 jo Pasal 65 ayat 1 KHUP.

Namun berbeda dengan para Terdakwa lain yang sudah menjalani persidangan hampir 4 bulan dan sekarang memasuki tahap pemeriksaan para Saksi A de Charge (meringankan), ayah Augusto Hutapea ini baru mulai disidang Kamis (27/7) lalu. Hingga minggu kedua bulan Agustus masih pemeriksaan para Saksi, diantaranya pegawai Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Elisa (Kepala Kantor selama Agustus 2014 hingga Maret 2017) dan Imam (Kantor Pelayanan Karantina Tanjung Perak), Firdiat Firman, Augusto Hutapea, mantan karyawan PT AMK  seperti Dewi (Kasir), Marten (Koordinator Lapangan), Shidqi Taufiq (Koordinator Administrasi) dan beberapa lagi. Para Saksi ini pernah dihadirkan pada persidangan 5 Terdakwa lainnya. “Sidangnya seminggu dua kali, Senin dan Kamis. Dan sekarang ini pemeriksaan Saksi-Saksi fakta,” ujar Terdakwa David Hutapea, usai sidang di ruang Sari.   

David Hutapea sewaktu menjadi Saksi pada persidangan lainnya mengaku, bahwa dirinyalah yang mula-mula melihat adanya peluang bisnis di area TPS, yaitu di area Blok W. Ide ini lantas dikomunikasikan dengan anaknya, Augusto Hutapea yang dilanjutkan dengan mendirikan perusahaan bernama PT AMK. “Saya diajak diskusi mengenai peluang pekerjaan atau bisnis di TPS, dan kemudian diminta jadi Direktur. Sedang untuk urusan teknis pekerjaan, dia (maksudnya, David Hutapea – red) pelaksananya.  Diskusi pun diteruskan dengan menemui Rahmat Satria,” ungkap Saksi Augusto Hutapea.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai H.R. Unggul Warso Murti SH MH, Saksi Elisa dan Imam dari BBKP membenarkan bahwa area Blok W yang dimanfaatkan oleh PT AMK tersebut adalah tempat pemeriksaan karantina bagi komoditas impor buah dan hortikultura, setelah terbitnya rekomendasi dari Ombudsman RI tentang Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 12 Tahun 2006. “Dalam hal ini PT Akara membantu pihak karantina melakukan pemeriksaan kontainer yang berisi buah impor,” ujar Elisa menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Katrin Sunita SH.

“Untuk memeriksa itu kan harus membuka segel, mengambil sample dan setelah diperiksa disegel kembali pintu petikemasnya. Itu semua biayanya berapa?” tanya Adhiem SH, anggota JPU lainnya.

Dijawab Elisa, “Hanya bayar PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak – red). Mengenai pembayaran di luar itu kami tidak tahu,” tegasnya didukung rekannya, Imam.

Sementara Penasehat Hukum (PH) Terdakwa, Robert Simangunsong SH menanyakan kepada para Saksi, “Apakah selama bekerja di perusahaan tersebut pernah mendapat komplain dari importir pengguna jasa atas keberadaannya di Blok W?” Dijawab tegas para Saksi mantan karyawan PT AMK, “Tidak pernah.” Pernyataan ini mencerminkan bahwa pelayanan maupun pembayaran atas jasa membantu proses pemeriksaan karantina itu cukup memuaskan, serta tidak memberatkan bagi para importir pengguna jasa yang beroperasi di lingkungan TPS.(iwan/mahfud)

 

Read 165 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3711936
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
1245
6491
137117
3711936

Your IP: 54.224.13.210
Server Time: 2017-10-20 03:04:16