Sabtu, 17 Juni 2017 12:07

Bersaksi Tidak Tegas, Kakan OP Chandra Irawan Bikin Emosi PH

Rate this item
(0 votes)
Para Saksi Persidangan Direktur PT AMK, Augusto Hutapea (kiri) Sebelum Diambil Sumpah.. Para Saksi Persidangan Direktur PT AMK, Augusto Hutapea (kiri) Sebelum Diambil Sumpah..

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Kembali Kepala Kantor (Kakan) Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Perak Chandra Irawan dihadirkan sebagai saksi pada persidangan kasus Dwelling Time yang menyeret sejumlah orang ke meja-hijau. Ini kali kesaksian untuk Terdakwa Augusto Hutapea (Direktur PT Akara Multi Karya/ AMK), yang didakwa melakukan pemerasan kepada pengguna jasa di area Blok W Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Sama seperti persidangan sebelumnya –Terdakwa Rahmat Satria— Saksi memberikan keterangan yang kurang tegas dan jelas sesuai pertanyaan yang diajukan. Paling tersulut emosinya adalah Penasehat Hukum (PH) Pantas Sitindaon SH lantaran pertanyaan-pertanyaannya tidak mampu dijawab dengan pas oleh Saksi Chandra. Misalnya tentang pungutan yang dikenakan PT AMK atas jasa pemindahan kontainer dari Lini I TPS ke Blok W untuk dilakukan pemeriksaan dalam kegiatan karantina. “Apakah pungutan itu tidak sah?” tanya PH dengan nada keras.  

Sebagai Kakan OP yang sekaligus regulator kepelabuhanan, Saksi Chandra Irawan tidak langsung menyatakan sah atau tidaknya pungutan tersebut. Tetapi menjelaskan lebih dulu adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2009 yang diantaranya mengatur tentang jasa-jasa terkait bongkar muat dimana tarifnya diatur, antara lain pengangkutan limbah, petikemas, pergudangan, air bersih dan pengadaan listrik, bahan bakar minyak, perawatan kapal, fumigasi (pemusnahan hama penyakit untuk komoditas impor) dan beberapa lagi. “Sesuai izinnya PT AMK itu melakukan kegiatan fumigasi,” kata Kakan OP yang menjabat sejak bulan Mei 2016 ini.

Salah satu anggota Majelis Hakim, Dwi Purwadi SH, kemudian menengahi dan minta PH menurunkan tensi bicaranya saat mengajukan pertanyaan kepada Saksi. “Kalau  bertanya itu tidak harus dengan nada tinggi. Saksi ini tadi sudah jelas mengatakan, selain tarif yang diatur di dalam Peraturan Menteri Perhubungan bisa ditentukan sendiri oleh BUP berdasarkan kesepakatan dengan pengguna jasa. Janganlah memaksa Saksi dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggiring seperti itu,” tegasnya.

Saksi sebelumnya yang dihadirkan adalah Erwan Setiadi (Kepala Cabang Bank Mandiri Jakarta – Depag) dan Diah Hatrianingsih (Pelaksana Bagian Investigasi Bank Rakyat Indonesia). Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Katrin Sunita SH, Saksi diminta menjelaskan lalu lintas transaksi dalam 5 rekening atas nama Terdakwa Augusto Hutapea. Dari semua rekening itu, jelas Diah, tidak ditemukan aliran dana kepada para Terdakwa lain (berkas terpisah) yakni Djarwo Surjanto, Rahmat Satria maupun Firdiat Firman.

“Apakah ada pemblokiran pada rekening-rekening tersebut?” tanya JPU, Farhan Junaidi. Jawab Diah, “Sampai sekarang tidak ada pemblokiran.”

Sementara PH mendalami masalah rekening ini dengan menanyakan adanya pemindah-bukuan untuk pencairan dana. “Apakah ada pencairan dana atas permintaan aparat?” tanya Pantas. Dikatakan Saksi Diah, “Tidak tahu. Begitu pula mengenai pencairan dana untuk membayar pajak.” Masalah ini kemudian diperjelas anggota MH Dwi Purwadi SH, bahwa tidak sembarang orang boleh mengetahui isi sebuah rekening bank. Yang berhak untuk mengetahui itu adalah,  Bank Indonesia, Hakim, Kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Karenanya Saksi ini pun tidak tahu transfer itu kepada siapa,” urai Dwi.

Saksi terakhir yang diajukan adalah mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Djarwo Surjanto. Ia mengawali kesaksiannya dengan menceritakan awal pendirian PT TPS pada tahun 1999. Karena TPS tidak punya pengalaman dalam kegiatan membantu operasional karantina maka PT AMK diizinkan memanfaatkan lahan di sana. “Jadi dalam hal ini bukan penyewaan, tetapi pemanfaatan. Sebab kalau penyewaan harus mendapat izin dari Pelindo III dengan memperhitungkan parameter-parameter mengenai tanah ini,” ungkap Djarwo.

Sidang masih akan dilanjutkan kembali pada Selasa (3/7) mendatang, dengan agenda pemeriksaan beberapa orang Saksi. Antara lain direncanakan menghadirkan Saksi Ahli. (iwan)

Read 130 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3244840
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
2252
10353
176357
3244840

Your IP: 54.81.231.226
Server Time: 2017-08-23 05:33:32