Rabu, 10 Mei 2017 07:16

Residivis Narkoba Dituntut 14 Tahun Oleh Jaksa Kejari Perak

Rate this item
(0 votes)
 Terdakwa Agus Tri Purwanto saat jalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya. Henoch Kurniawan Terdakwa Agus Tri Purwanto saat jalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya. Henoch Kurniawan

Suaramandiri .com (surabaya)    – Agus Tri Purwanto (34), warga Perum Bogorami Indah Regency Blok B Surabaya, terdakwa perkara kepemilikan narkoba jenis sabu harus rela mendekam di penjara dengan waktu yang lama.

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chalida K Hapsari dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya menuntut terdakwa dengan hukuman berat, yaitu 14 tahun penjara.

Nota tuntutan jaksa dibacakan pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (9/5/2017).

Selain hukuman penjara, jaksa juga menuntut terdakwa denda ratusan juta rupiah subsider kurungan penjara.

“Memohon kepada majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ujar jaksa membacakan tuntutannya.

Atas tuntutan itu, pihak terdakwa diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk melakukan pembelaan pada agenda sidang selanjutnya.

“Kita beri kesempatan untuk terdakwa membacakan pledoi pada sidang pekan depan,” ujar hakim sambil mengetukan palu tiga kali pertanda sidang ditutup.

Untuk diketahui, terdakwa ditangkap tim Polrestabes Surabaya saat berada di rumahnya pada Desember 2016 lalu. Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa plastik berisi sabu seberat 1,6 gram, alat hisap, dua handphone dan bukti pengiriman barang.

Kepada petugas, terdakwa mengaku mendapatkan sabu dengan cara membeli dari Torong (DPO). Pada 15 Desember 2016, terdakwa memesan sabu seberat 5 gram dan lima butir pil ekstasi dengan total harga Rp 7,2 juta.

“Transaksi kita lakukan melalui BBM,” ujar terdakwa. Setelah uang ditranfer oleh terdakwa, akhirnya pada 17 Desember 2016, terdakwa menerima barang pesanannya di depan toko swalayan yang terletak di Bratang Gede Surabaya.

“Saat itu yang mengantarkan ‘barang’ adalah adik Torong bernama Adi (DPO),” terang terdakwa.

Saat dikonfirmasi usai sidang, jaksa mengatakan tuntutan berat itu dilakukan pihaknya karena status terdakwa adalah pengedar.

“Selain dikonsumsi sendiri, narkoba ini juga dijual kembali oleh terdakwa. Sedangkan transaksi narkoba ini, dilakukan terdakwa tidak hanya sekali ini saja. Terhitung tiga kali transaksi diakui terdakwa yang telah dilakukannya, dengan nilai yang berbeda,” ujar jaksa.

Menurut data, terdakwa adalah residivis, yang sebelumnya pernah dihukum soal kasus yang sama. (wan/fud)

Read 122 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3016178
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
1031
4069
150174
3016178

Your IP: 54.92.180.46
Server Time: 2017-07-24 05:35:31