Selasa, 18 April 2017 18:38

Aneh, Sempat DPO, Terdakwa Ini Malah Ajukan Penangguhan Penahanan

Rate this item
(0 votes)
Terdakwa Moch Sutomo Hadi (rompi merah) saat dikeler jaksa menuju ruang tahanan PN Surabaya usai jalani sidang perdananya. Henoch Kurniawan Terdakwa Moch Sutomo Hadi (rompi merah) saat dikeler jaksa menuju ruang tahanan PN Surabaya usai jalani sidang perdananya. Henoch Kurniawan

Suaramandiri .com (surabaya)     - Moch Sutomo Hadi, Jalan Kalijudan Taruna 1/127-D akhirnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Sidang yang digelar di ruang Sari II itu mengagendakan pembacaan surat dakwaan. Moch Sutomo Hadi merupakan terdakwa kasus penipuan dengan modus jual beli tanah dengan luas 8000 m persegi dengan total kerugian mencapai Rp 2 miliar.

Surat dakwaan itu dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo, di ruang Sari II, Pn Surabaya. Dimana dalam surat dakwaan itu terdakwa dijerat dengan pasal 378, dan 372 KUHP tentang peniupuan dan penggelapan. "Dengan ancaman hingga lima tahun kurungan penjara," ucapnya, Selasa (18/4).

Merasa tak puas dengan dakwaan hakim ini, terdakwa lantas mengajukan eksepsi. menurut kuasa hukumnya, Arifin mengaku jika dalam surat dakwaan tersebut tidak benar. Selain itu juga terdakwa tidak membawa kabur uang sebesar Rp 2 miliar. "Kami berharap terdakwa untuk dilepaskan, karena dalam surat dakwaan itu tidak tepat," bebernya.

Arifin menambahkan jika surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu terkesan kabur. "Ini tidak tepat, surat dakwaan jaksa tidak begitu jelas," bebernya.

Dengan keterangan ini, hakim ketua, Maxi Sigarlaki akan melanjutkan kasus ini, pada sidang berikutnya untuk tanggapan jaksa penuntut umum (JPU). Dari informasi yang didapatkan Radar Surabaya, terdakwa mengajukan penangguhan penahanan meskipun sebelumnya terdakwa ini masuk dalam daftar pencarian orang. "Memang pengacara terdakwa mengajukan permohonan penangguhan, itu hak mereka, namun saya yakin lantaran prilaku terdakwa dari awal tidak koperatif, hal tersebut yakin tidak akan terjadi," kata JPU, Damang Anubowo.

Perkara terdakwa sempat mencuat lantaran putusan Praperadilan beliau (terdakwa) atas perkara penipuan dan penggelapan kalah.

Saat itu, putusan Ketua Majelis Hakim Haryanto meminta kepada jaksa agar terdakwa dihukum badan, namun terdakwa tidak menggubris putusan Hakim tersebut, dan memilih kabur, Setelah sempat buron akhirnya terdakwa tertangkap anggota Polrestabes Surabaya dimasjid Al-Akbar pada 26 Maret 2017.

Sekedar diketahui pada tahun 2015 Korban Sie Probo Wahyudi  melaporkan terdakwa Sutomo Hadi dan Cicik permatadias (DPO) lantaran kedua terdakwa telah membawa lari uang Korban Probo Wahyudi sebesar 2 Milyard dengan modus jual beli tanah.

Dalam dakwaan itu terdakwa menambahkan terkait pasal yang dikenakan terhadap terdakwa yakni pasal 378 dan pasal 372 KUHP. (wan/fud)

Read 139 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3016202
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
1055
4069
150198
3016202

Your IP: 54.92.180.46
Server Time: 2017-07-24 05:37:59