Jumat, 04 Mei 2018 18:02

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur Mengadakan Evaluasi Kinerja

Suaramandiri .com (surabaya)   Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur mengadakan Evaluasi Kinerja  BPR dan BPRS Triwulan I tahun 2018 pada Kamis, 3 Mei 2018 bertempat di Convention Hall Hotel Senyiur, Prigen. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direksi dan Komisaris dari 116 BPR dan 13 BPRS di bawah pengawasan Kantor Regional 4 Jawa  Timur. 
 
Evaluasi kinerja ini merupakan salah satu wujud konkrit concern OJK terhadap perkembangan industri BPR dan BPR Syariah di Provinsi Jawa Timur pada umumnya dan di wilayah kerja Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur pada khususnya. Pertemuan tahunan kali ini mengangkat tema “Penguatan Good Corporate Governance (GCG) Untuk  Mewujudkan Industri BPR/S Yang Sehat dan Berdaya Saing”. 
 
Dalam kegiatan evaluasi ini, OJK memberikan pemaparan mengenai perkembangan kinerja BPR dan BPR Syariah sampai dengan triwulan I-2018 serta melakukan capacity building mengenai peningkatan Fungsi Kepatuhan dan Audit Internal BPR/S dalam rangka penguatan GCG.
 
Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono, mengatakan, "Pada triwulan I tahun 2018, sektor keuangan di Jawa Timur mencatatkan kinerja yang positif, tercermin dari peningkatan volume usaha perbankan yang mencapai sebesar 9% (yoy). Kinerja positif perbankan di Jawa Timur tersebut, tidak terlepas dari peran serta  industri BPR/S yang pertumbuhan aset, DPK dan kreditnya masing-masing mencapai 8,59%, 11,37% dan 4,96% (yoy). Fungsi intermediasi BPR dan BPRS di Jawa Timur cukup baik dengan rasio L/FDR masing-masing 75,13% dan 114,2%. Risiko kredit BPR dan BPRS tergolong cukup tinggi, tercermin pada rasio NPL/F masing-masing 7,58% dan 9,24% namun rasio kecukupan modal BPR dan BPRS masih tergolong memadai untuk menyerap  dampak risiko tersebut dengan CAR masing-masing sebesar 33,86% dan 31,61%."
 
OJK berharap kepada Pengurus BPR/S di Jawa Timur untuk memperhatikan potensi  peningkatan jumlah kredit/pembiayaan bermasalah dengan senantiasa memantau secara ketat perkembangan kualitas kredit/pembiayaan yang disalurkan. Khusus untuk BPR/S  yang rasio NPL/F nya telah mencapai lebih dari 5%, OJK mewajibkan BPR/S untuk  menyusun langkah-langkah penyelesaiannya yang komprehensif dan realistis dalam  sebuah rencana tindak (action plan). Hal tersebut sangat penting karena peningkatan jumlah kredit bermasalah dapat secara langsung berdampak pada rentabilitas BPR/S yang pada akhirnya akan berdampak terhadap penurunan aspek permodalan apabila tidak  diikuti dengan peningkatan modal disetor oleh Pemegang Saham. 
 
Oleh karena itu, komitmen Pemegang Saham untuk mendukung kecukupan modal dan pengembangan bisnis BPR/S sangat penting bagi keberlangsungan usaha BPR/S, terutama dalam memenuhi ketentuan rasio CAR >12% serta pemenuhan modal inti minimum sebesar Rp 3 miliar maupun Rp 6 miliar paling lambat pada 31 Desember 2019 untuk BPR dan 31 Desember 2020 untuk BPRS.
 
Heru Cahyono juga menjelaskan bahwa Faktor Integritas dan Kompetensi Pengurus yang  tercermin dalam pelaksanaan GCG sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan/atau kegagalan manajemen BPR/S. Kegagalam manajemen tersebut dapat menyebabkan BPR/S berada dalam status Pengawasan Intensif (BDPI), meningkat menjadi dalam Pengawasan Khusus (BDPK), sampai akhirnya dilakukan pencabutan izin usaha (CIU).
 
Merespon hal tersebut, OJK telah mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor  4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi BPR, POJK Nomor 13/POJK.03/2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi BPR, Surat Edaran OJK  (SEOJK) Nomor 6/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Fungsi Kepatuhan Bagi BPR dan SEOJK Nomor 7/SEOJK.03/2016 tentang Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bagi BPR. Dengan adanya POJK dan SEOJK tersebut BPR wajib menerapkan GCG secara efektif serta meningkatkan pelaksanaan Fungsi Kepatuhan, Fungsi Audit Intern dan Fugsi  Manajemen Risiko yang merupakan tiga lini pertahanan (three line of defense) dalam proses pengendalian internal bank.
 
Heru Cahyono menghimbau kepada industri BPR/S agar melakukan akselerasi penguatan  GCG untuk memitigasi potensi peningkatan risiko ke depan. Untuk membantu proses akselerasi tersebut, perlu adanya komunikasi serta koordinasi yang efektif dan intensif antar BPR/S dengan asosiasi industri serta pihak otoritas. Oleh karena itu, OJK KR 4 
Jawa Timur, OJK Malang, OJK Kediri dan OJK Jember bersama dengan PERBARINDO Jawa Timur, PERBAMIDA Jawa Timur - Bali dan Kompartemen BPRS ASBISINDO Jawa Timur menginisiasi pembentukan Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan (FKDKp) dan  Forum Komunikasi Audit Intern (FKAI) BPR/S Se-Jawa Timur yang tujuan utamanya adalah mendukung proses akselerasi penguatan GCG tersebut.
 
FKDKp dan FKAI BPR/S se-Jawa Timur yang peluncurannya dilakukan pada hari ini  diharapkan dapat menjadi media yang efektif dalam mencari solusi bersama ataskendala kendala yang dihadapi oleh industri BPR/S dalam menerapkan GCG secara efektif serta dapat mensinergikan program kerja bersama, baik program kerja asosiasi BPR/S maupun program recycling OJK. Sinergitas tersebut antara lain telah terwujud dalam kegiatan  capacity building pada hari ini melalui program Kemitraan Bank Umum dan BPR/S dengan  adanya sharing informasi dan transfer knowledge yang dilakukan oleh Direktur Kepatuhan  PT. Bank Maspion, Tbk dan Kepala SKAI PT. Bank Jatim, Tbk kepada industri BPR/S terkait dengan peningkatan efektifitas pelaksanaan Fungsi Kepatuhan dan Fungsi Audit Internal pada bank.
 
Oleh karena itu, Heru Cahyono berharap agar seluruh BPR/S di Jawa Timur dapat berpartisipasi secara aktif agar Forum Komunikasi tersebut memberikan manfaat yang maksimal bagi industri BPR/S. Heru Cahyono juga berharap dengan adanya Forum  Komunikasi ini kepercayaan masyarakat kepada BPR/S di Jawa Timur dapat semakin meningkat karena Forum Komunikasi ini berperan penting dalam mengawal pelaksanaan prinsip-prinsip GCG serta penerapan manajemen risiko pada industri BPR/S di Jawa   (amel/fud)
Read 282 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4383687
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
3447
3521
103082
4383687

Your IP: 23.20.7.34
Server Time: 2018-05-25 23:39:54