Kamis, 26 April 2018 15:05

Capital Market Professional-Development Program (CMPDP) Tingkatkan Jumlah Tenaga Profesional Pasar Modal

Suaramandiri .com (Jakarta)   – Pasar modal merupakan salah satu elemen penting untuk pembangunan, terutama di negara berkembang. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki potensi yang besar di industri pasar modal, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia menjadi indeks yang paling potensial di dunia untuk 10 tahun terakhir, yaitu sebesar 125.40%.
 
Namun demikian, potensi pasar modal di Indonesia masih terkendala dengan minimnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di pasar modal, sehingga kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap industri pasar modal belum dapat difasilitasi secara optimal. Akan tetapi, hal tersebut juga berarti terbukanya peluang  untuk berkarir di pasar modal.
 
Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimotori oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki target  untuk menjadikan pasar modal Indonesia menjadi pasar modal yang terbaik di kawasan ASEAN pada tahun 2020. Oleh karena itu, selain sosialisasi dan edukasi melalui serangkaian program kepada masyarakat, pasar modal Indonesia juga dituntut harus memiliki SDM profesional yang kompeten dan mampu menjawab tantangan di masa depan. Untuk itu penyiapan SDM yang memadai dan berkualitas sudah menjadi suatu program yang harus mendapatkan prioritas dari seluruh organisasi pelaku pasar modal  Indonesia khususnya SRO yang memiliki fungsi sebagai regulator.
 
Mempertimbangkan hal-hal tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek  Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku SRO kembali menyelenggarakan Capital Market Professional Development Program (CMPDP) pada 2018. CMPDP memiliki tujuan  jangka menengah dan panjang dengan cara mempersiapkan talenta pasar modal yang akan menjawab tantangan di masa depan dan membantu menggerakan industri pasar modal Indonesia pada cita-cita di  atas. Pada 2016 jumlah kandidat CMPDP yang ditempatkan di SRO 26 orang dan di 2017 31  orang. Proses seleksi CMPDP dilakukan secara terpusat oleh The Indonesia Capital Market Intitute(TICMI).
 
Pada 2018 ini, jumlah pelamar CMPDP 3.962 orang pelamar. Setelah melalui proses seleksi  administrasi, sebanyak 3.575 kandidat akan mengikuti seleksi tertulis CMPDP yang akan dilaksanakan serentak di 29 kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Banda Aceh, Medan, Padang, Pangkalpinang, Batam, Riau, Bengkulu, Lampung, Palembang,  Jambi, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Ambon, Kendari, Manokwari, Jayapura, Mataram, dan Manado. Calon kandidat akan mengikuti proses test tertulis pada 21 April 2018. 
 
Bagi peserta yang lulus tes tertulis akan mengikuti serangkaian tes lainnya seperti Psikotest, FGD, dan Interview sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti 6 bulan program pengembangan dan 6 bulan on the job training. Nantinya setiap lulusan CMPDP akan  ditempatkan bekerja di SRO.
Dengan demikian SRO akan memiliki SDM profesional yang handal dan memadai guna mendukung operasional bisnis dan mengembangkan industri pasar modal Indonesia sehingga pasar modal Indonesia dapat menjadi yang terbesar di ASEAN dan bersaing secara global. Demikian untuk diketahui publik.  (amel/fud)

 

 
 
 
Read 453 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4383683
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
3443
3521
103078
4383683

Your IP: 23.20.7.34
Server Time: 2018-05-25 23:38:57