Dua Maling “Apes” Ditangkap Polisi

0
147
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto ketika memimpin konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (8/3).

Suaramandiri .com (surabaya)   – Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, SIK., MSi., memimpin konferensi pers hasil ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Semampir, di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (8/3).

Dari ungkap kasus itu, polisi berhasil mengamankan dua pelaku yaitu, ZA (24) warga Dusun Laeran, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, yang tinggal di Jalan Endrosono, Surabaya, dan AR (26) warga Jalan Sawah Pulo Kulon, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Keduanya diamankan pada saat usai melakukan aksinya di Jalan Bulak Sari, Surabaya pada Sabtu, 2 Maret 2019.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, satu lembar STNK motor Vario, satu unit motor Vario Nopol L 6938 ZR, satu unit motor Beat nopol L 6300 AK.

“Kedua maling apes ini berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Semampir setelah sebelumnya hampir saja berhasil membawa kabur motor vario yang ditinggal masuk rumah oleh pemiliknya yang lupa mencabut kunci kontaknya,” jelas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Ditambahkan Kapolres, dua pelaku tersebut sebelumnya sempat mencoba kabur ketika aksinya diketahui warga sekitar dengan memanjat rumah milik warga sekitar.

“Ketika hendak membawa kabur motor milik korban dengan cara dituntun, ada warga yang memergoki aksi kedua pelaku, kemudian pelaku diteriaki maling. Karena ketakutan, kedua pelaku mencoba kabur dengan memanjat rumah warga, kebetulan pada saat itu ada anggota Unit Reskrim Polsek Semampir yang mengetahui hal tersebut, dan langsung membawa kedua pelaku tersebut ke Polsek Semampir,” terang Kapolres.

Atas perbuatannya kedua pelaku harus mendekam dibalik jeruji besi tahanan Polsek Semampir unutk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Kedua pelaku kami kenakan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman lima hingga tujuh tahun penjara,” tutur Kapolres. (fud/hery)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here